Teknologi Pembentuk Pribadi yang Individualisme



Siapakah yg tidak memilii gadget alias ponsel ? telah tentu semua memilikinya, seiring dengan perkembangan jaman, penggunaan eknologi terus meluas, dan tidak sedikit faktor yg di sebabkan oleh kemajaun teknologi mulai dari proses komunikasi, pembelajran sampai hiburan bisa dengan mudah di jalan masuk memakai teknologi.

Pengaruh positif alias negatif yg bisa timbul dari teknologi tersebut tergantung dari pemanfaatannya. Dan, yg akan terjadi dari kemajuan teknologi berpengaruh pada korelasi keluarga, dan lingkungan kehidupan keseharian yg mengakibatkan insan dengan cara individu terdorong untuk menutup diri dari lingkungan kurang lebih kehidupannya.

Hidup di jaman yg serba hebat ini bisa mebuat seseorang berubah tentang gaya nasib dan tutorial berprilaku. Semakin berkembangnya teknologi, terus membikin banyaknya timbul persoalan persoalan baru bagi pergaulan dan prilaku masyarakat. dan semenjak teknologi menjadi se-penting kini membikin sifat sifat insan yg seharusnya menjadi mahluk sosial menjelma individual disebabkan keasyikanya dalam memanfaatkan teknologi khususnya gadget mereka.

Sifat individualisme itu sendiri ialah sebuah sifat yg berpendapat kita bisa alias sanggup melakukan semuanya sendiri (Individual) jadi tanpa bantuan alias perhatian orang-orang lain, kita bisa melakukannya. Sifat individualisme sesunguhnya sangat tidak tepat untuk di terapkan di Indonesia. Indonesia ialah bangsa yg sangat kental adat gotong royongnya. Jadi, korelasi satu dengan yg lain harusnya sangat kuat, saling menolong ketika di butuhkan, saling memberi semangat, dan lain-lain.

Kehidupan sehari-hari masyarakat yg sangat sibuk, khususnya perkotaan, lebih tidak sedikit mempunyai sikap individualisme. Hal itu terjadi disebabkan :


1. Kurangnya komunikasi antar tetangga

2. Kurangnya kepedulian dengan orang-orang lain sampai lingkungan sekitar

3. Minimnya interaksi antar individu

Lalu, apa penyebab masyarakat dalam faktor ini remaja cenderung bersifat individualisme ? 


1. Teknologi

Teknologi yg tahun ke tahun makin maju ialah salah satu faktor penyebab tingginya sifat indivualisme remaja. Majunya teknologi bisa membikin masyarakat khusunya remaja lebih menyukai tinggal di rumah daripada bermain di luar rumah. Contohnya ialah game online, siapa yg tidak kenal dengan hiburan yg bernama game online, baik di rumah maupun di setiap aspek daerah rutin tersedia warnet yg menyediakan fitur game online, tidak hanya pemakai memainkan sebuag permainan dalam game tersebut, pemain juga akan mencicipi kesenangan sendiri meski mereka berinteraksi dengan cara virtual tetapi faktor ini sangat membentuk prilaku pemain menjadi individualisme

2. Internet (Media Sosial)

Di jaman globalisasi semacam ketika ini, internet ialah sesuatu kebutuhan yg hampir bisa di setarakan dengan kebutuhan primer. Banyaknya fitur-fitur di internet membikin kekhawatiran tersendiri pada sifat sifat sosial manusia. Seperti contohnya media sosial, semacam twitter dan facebook. Remaja telah terbiasa sekali memakai twitter alias facebook. Akun mereka dibangun senyaman mungkin untuk menjadi diari elektronik mereka. Mereka mengungkapkan apa yg ada di hati dan pikiran mereka pada status facebook alias tweet di twitter. Tak jarang mereka mengungkapkan persoalan yg sifatnya sangat eksklusif di sosial media. Sesungguhnya remaja yg telah tidak jarang berkomunikasi memakai media umum ialah remaja pendiam di kehidupan aslinya. Mereka mempunyai tidak sedikit kawan di dunia maya dan lebih sedikit mempunyai kawan di dunia nyata. Mereka hanya mengalami sedikit interaksi di dunia orisinil dan melakukan semua interaksi melewati dunia maya,dan lebih percaya terhadap orang-orang yg ada di dunia maya dibanding dengan orang-orang yg ada di dunia nyata. Dikarenakan faktor inilah remaja cenderung memakai media umum sebagai sarana

3. Gadget (Handphone)

Smartphone alias tablet ialah barang yg familiar dalam kehidupan remaja zaman sekarang. Handphone alias gadget telah menjadi barang yg rutin mereka (Remaja)bawa kemana mana. Mereka berpendapat apa yg ada di sekeliling mereka menjadi tidak penting dan lebih memilih bermain gadget. Dengan adanya gadget remaja remaja kehilangan sifat sosialnya, salasatu contohnya ialah ketika berkumpul dengan kawan temannya, tidaklah tegur sapa alias ngobrol yg mereka lakukan, mereka lebih memilih memainkan gadgetnya sembari menyantap makanan. Penggunaan gadget mulai membahayakan untuk generasi ini disebabkan tidak hanya remaja saja yg sibuk dengan gadget mereka, dimulai dari anak anak sampai orang-orang tua pun sama “sibuk dengan gadget nya”

Kemudian apa yg bisa di perbuat untuk bisa meninggalkan sifat sifat individualisme itu sendiri ?

1. Gotong royong

Gotong royong ialah sifat masyarakat indonesia, lunturnya gotong royong bisa di tanggulangi dengan rasa persaudaraan dan saling menolong untuk membikin sebuah pekerjaan berakhir lebih cepat

2. Meningkatkan rasa solidaritas 

Solidaritas ialah rasa yg sangat kuat dalam bergaul, tidak hanya di lingkungan keluarga, solidaritas dalam lingkungan masyarakat juga bisa menumbuhkan sifat rela berkorban dan menumbuhkan sifat mahluk sosial yg tidak bisa nasib tanpa bantuan orang-orang lain. Seperti contohnya ketika kawan kita sedang bertindak tidak semacam biasanya, tanyakan kenapa, dengarkan cerita mereka. Mungkin saja dengan mendengarkan cerita mereka kita bisa menolong mereka, terlebih lagi mungkin kita bisa memberi saran dan masukan yg bisa membantunya jadi interaksi menjadi lebih baik.

3. Menanamkan kesadaran dan motivasi 

Meningkatkan kesadaran dan motivasi juga bisa mebuat seseorang menjelma makhluk sosial dan meninggalkan individualisme, kurangnya motifasi dan kepercayaan diri ialah salah satu faktor penyebab insan memilih nasib individualisme, jadi dengan menambah motivasi dan percaya diri bisa membikin individu akan berubah dengan kesadaran dia dan bisa mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan sendiri.

4. Aktif dalam organisasi-organisasi

Dalam keaktifan mengikuti organisasi tidak hanya memperoleh kawan yg banyak, kita juga akan memperoleh pengalaman yg luar biasa. Dengan belajar berorganiasai semenjak dini, kita bisa menyadari pentingnya melakukan interaksi dengan sesama manusia. Seperti dalam perkuliahan mengikuti UKM sampai organisasi Senat sampai BEM juga bisa membikin insan meninggalkan sifat individualismenya.

5. Kurangi penggunaan gadget-gadget

Inilah yg terpenting untuk mengantisipasi sifat sifat individualisme. Penggunaan gadget yg terlalu tidak jarang bisa membikin mata lelah, faktor ini juga bisa membikin penyakit penyakit lain yg akan terjadi dari paparan radiasi gadget. Selain yg akan terjadi kesehatan, kesadaran akan pentingnya kehidupan tidak hanya di dunia maya, juga harusdi pikirkan. Kehidupan nyata lebih penting dari kehiduoan di dunia maya, Luangkan waktu untuk keluarga dan orang-orang orang tercinta tanpa gadget.



Kita wajib bisa mencegah sebelum terjadi dan bisa menanggulangi apabila telah terjadi. Kita juga wajib bisa menyaring apa yg baik kita ambil dan apa yg kurang baik kita tinggalkan. Jangan biarkan teknologi mengubah kita menjadi bangsa yg individualis. Kitalah yg seharusnya menyikapi teknologi dengan bijak, memakai semua faktor positif yg ada semacam mencari info sebanyak-banyaknya di internet, berita, dan lain-lain. Teknologi menyediakan faktor yg mengangkat yg akan terjadi kurang baik dan baik terhadap kita, kini kitalah yg memilah-milah yg mana yg wajib kita ambil dan yg mana yg wajib kita tinggalkan. Dengan demikian kita tidak butuh menantikan waktu lama sampai individualisme terkikis dari adat masyarakat Indonesia.

0 Response to "Teknologi Pembentuk Pribadi yang Individualisme"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel