Sejarah perkembangan Teknologi Di Indonesia


A. SEJARAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI

1. Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia
Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia kini berkembang dengan pesat bersamaan dengan penemuan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi dan Komunikasi jadi sanggup menciptakan alat-alat yg mendukung perkembangan Teknologi Informasi, semacam sistem komunikasi dengan alat komunikasi yg searah maupun dua arah (interaktif). Penggunaan internet di Indonesia pun telah menjadi sebuah kebutuhan sehari-hari yg dikenal dengan teknologi berbasis internet (internet based technology).

Dimulai dengan peluncuran Satelit Palapa pada 9 Juli 1976 yg mempermudah arus komunikasi dan teknologi. Setelah itu dilanjutkan dengan perkembangan jaringan sellular, yaitu GSM pertama di Indonesia, yakni sebuah komunikasi bergerak yg termasuk dalam generasi kedua. Walaupun demikian menurut mentri riset dan tekhnologi, Hatta Rajasa Indonesia tetap berada pada urutan 61 dari 64 negara dalam konteks achievement technology.

Pada sejarah perkembangan teknologi di Indonesia terutama pengenalan awal yg terjadi kurang lebih tahun 1970 - 1972-an melibatkan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia(UI). UI termaksud salah satu perguruan tinggi yg menjadi pelopor pengenalan teknologi. Dibawah ini ada berbagai momen penting yg tercatat sebagai perkembangan teknologi di Indonesia :
Tabel Sejarah teknologi info di Indonesia

Tahun Peristiwa Penting
1972 s/d 1975 - PUSILKOM UI mulai melakukan kegiatan operasional
komputasi di lingkungan kampus UI.
- UI mengirimkan 2 (dua) orang-orang staf PUSILKOM ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi mengenai ilmu komputer.
1975 s/d 1986 - UI kembali mengirimkan 4 (empat) orang-orang staf PUSILKOM ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi mengenai ilmu komputer.
1984 Beberapa jaringan teknologi info di Indonesia mulai terhubung ke internet melewati jaringan UI-net. Jaringan internet Indonesia pada ketika itu berlangsung di atas protokol UUC, sedangkan umumnya memakai TCP/IP. Domain .id telah timbul dan diakui pada tahun ini.
1986-an - Terbentuknya jaringan yg menghubungkan kampus- kampus besar Indonesia, mulai UI, ITB, UGM, ITS, UNHAS, Universitas Terbuka dan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdikbud. Jaringan besar ini disebut UNINET. Jaringan yg dibangun dengan bantuan dari luar negeri ini memakai infratruktur jaringan telepon kabel konvensional, SKDP milik PT Indosat, dan SKDP via satelit(pac k s atne t). Ada 4 buah server yg dibangun dan ditempatkan di lokasi ITB, UI, UGM, dan ITS.
- UI membuka acara studi ilmu komputer pertama untuk jenjang S-1.
- Adanya kegiatan Amatir Radio club (ARC) ITB yg membangun jaringan internet dengan memakai komputer Apple II dihubungkan dengan jaringan komunikasi memakai link radio amatir untuk mengoperasikan internet.
1988 Program studi ilmu komputer untuk jenjang S-2 dibuka di UI.
1988 s/d 1989 UI dipilih menjadigate way internet pertama di Indonesia, sekaligus sebagai koordinator pendaftaran domain .id internet protokol berbasis UUC.
1990-an Mulai dikembangkannya jaringan komputer dengan memakai teknologi packet radio pada band 70 cm dan 2 m dengan cara luas.
1986 s/d 1993 PUSILKOM UI ditunjuk oleh Depdikbud sebagai salah satu
Pusat Antar universitas (PAU) dalam bidang ilmu komputer.
1993 - Fakultas Ilmu Komputer (FASILKOM) UI diresmikan
oleh Mendikbud.
- Indonesia dengan cara resmi terhubung dengan internet mengguankan protocol TCP/IP dan domain .id mulai diakui keberadaanya di internet tepatnya pada tanggal 4 Maret 1993.
- IPTEKNET menjadi website pertama yg resmi terhubung dengan internet
1994 Munculnya Internet Service Provider (ISP) pertama di Indonesia yaitu indonet (www.indo.net.id)
1995 - PT Telkom melewati divisi riset dan teknologi menunjukkan sambungan leased line 14,4 Kbps sebagai bagian dari IPTEKNET.
- Departemen Pekerjaan Umum tercatat sebagai instansi departemen pemerintah Indonesia yg pertama kali on line (www.pu.go.id)

1996 - ITB terhubung ke jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3). Bandwidth internet pun di tambah hingga 1,5 Mbps ke Jepang yg semakin ditambah dengan sambungan ke TelkomNet dan IIX 2 Mbps.
- bTerbentuknya APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) yg memfasilitasi munculnya tak sedikit ISP.
- Munculnya layanan internet dial up dengan jalan masuk 33,6 Kbps.
1997 Layanan internet dial up mengalami kenaikan dari 33,6 Kbps
menjadi rata-rata 56 Kbps.
1998
Pemerintah kawasan mulai masuk ke internet. Pemda pertama yg melakukan koneksi ke internet merupakan Pemerintah Daerah Samarinda (www.samarinda.go.id).
1999
- Dikeluarkannya UU mengenai telekomunikasi no. 36/1999.
- Inisiatif gerakan berbasis teknologi info mulai mencapai puncaknya.
- Perusahaan dotcom dan media-media yg mempunyai segmen pendidikan teknologi info bermunculan di Indonesia.
- Kegiatan promosi, pameran, seminar, dan konferensi internasional teknologi info di selenggarakan dengan cara beruntun.
2002
Secara resmi pemerintah Indonesia meluncurkan portal nasional pada tanggal 20 Mei 2002 dengan alamat www.indonesia.go.id.

2. Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dalam Konteks Pendidikan
Pada tahun 1999 Depdiknas mulai mendesain acara untuk pembelajaran berbasis teknologi informasi. Program TIK di Depdiknas dimulai melewati program:
a. Jaringan Internet (Jarnet) à tahun 2000
b. Jaringan Informasi Sekolah (JIS) à tahun 2001-2002
c. Wide Area Network Kota (WAN Kota) à tahun 2002-2003
d. Information and Communication Technology Center (ICT Center)à tahun 2004-2006
e. Indonesia Higher Education Network (Inherent)à tahun 2006-2007
f. Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) àtahun 2006-2008
g.South East Asian Education Network (SEA EduNet) àtahun 2008
Pada tanggal 30 Juni 2004 diadakan DEKLARASI BERSAMA Indonesia, Go Open Source (IGOS). Dideklarasikan penggunaan dan pengembangan Open Source Software (OSS) yg ditandatangani oleh Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Kehakiman dan HAM, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Menteri Pendidikan Nasional.

Pada tahun 2005 diadakan konferensi TIK untuk Indonesia. Konferensi ini merupakan forum pertemuan para peneliti, industri, pengembang, otoritas, pemerintah, analis dan lainnya yg terkait dengan TIK untuk mendiskusikan hasil-hasil penelitian, pengembangan maupun usulan yg berkaitan dengan TIK. Sampai kini telah diadakan 3 kali yaitu 2005, 2006 (bertempat Bandung) dan 2007 (bertempat di Jakarta).

Konferensi tahun 2007 mengulas mengenai mengenali hambatan dan menemukan solusi dalam menjamin kesuksesan penerapan TIK Nasional.

Pada tahun 2009 diadakan ASEM ICT Workshop. Pertemuan delegasi dari ASIA EROPA pada tanggal 6-7 Oktober 2009 bertempat di Hotel Melia Yogyakarta.
Semua momen diatas semata-mata hanya untuk menambah perkembangan teknologi info pada dunia pendidikan. Upaya yg dilakukan pemerintah dengan acara yg didesain telah lumayan baik namun implementasinya tak lebih pada kenyataannya terutama pada tenaga pembimbing yg tak lebih kompeten pada bidang teknologi info dan fasilitas alias sarana yg tak lebih ditunjang jadi pengembangan teknologi info di sekolah – sekolah tak merata dan tak lebih maksimal.

3. Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dalam Dunia Sekolah
Deklarasi SEAMEO Regional Cooperation on Quality and Equity in Education pada SEAMEO Council Conference pada bulan Maret 2002 di Chiang Mai, Thailand yg ditandatangani sepuluh menteri pendidikan se-Asia Tenggara. Deklarasi tersebut menjadi awal permulaan penerapan teknologi pendidikan yg dikenal dengan istilah Teknologi Komunikasi dan Informasi (Information and Communication Technology/ICT), faktor ini dilatar belakangi oleh kemajuan perkembangan teknologi info terutama internet dalam bidang pendidikan terutama pada sekolah di kawasan Asia Tenggara yg dimulai semenjak tahun 2000 hingga sekarang. Deklarasi tersebut merupakan tutorial yg strategis untuk menambah mutu pendidikan dan memperluas peluang belajar bagi semua peserta didik yg bisa dilakukan tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.
Dalam UU No.2 Tahun 2000 mengenai Sistem Pendidikan Nasional membahas bahwa kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan bagian perkembangan siswa dan kesesuainnya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan IPTEK dan jenjang masing-masing satuan pendidikan. Dengan dasar hukum yg telah terperinci tertera yg mengimplikasikan bahwa dalam pendidikan formal(sekolah) haruslah melibatkan perkembangan IPTEK yaitu pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Pembelajaran yg berbasis teknologi info dimulai dengan penggunaan media dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk memperbaharui tutorial penyampaian yg luar biasa dalam belajar.

Pada tahun 2004 Depdiknas memasukan materi pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum KBK, pemerintah mempunyai tujuan supaya siswa bisa memakai ICT dengan benar dan cocok dan bisa mengoprasikannya. Hal ini dengan cara tak pribadi bisa menunjukkan bekal terhadap siswa dalam menghadapi tantangan zaman, membuatkan potensi dirinya, bersikap inisiatif, dan kreatif.
ICT dianggap penting sebab ilmu ICT bersifat universal dan modern jadi pembekalan untuk menciptakan sumber daya insan yg produktif wajib menguasai ICT dan bahasa Internasional.

4. Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling
Perkembangan teknologi info dan komunikasi alias tak jarang disebut ICT (Information and Communication Technology) merilis tantangan baru bagi praktisi bimbingan dan konseling. Teknologi info dan komunikasi lebih cenderung pada eksploitasi peran dan manfaat dari Teknologi Komputer. Berbicara ICT berarti berkata komputer baik pemanfaatannya, peran dan fungsinya dalam kehidupan. Untuk itu butuh dilakukan upaya-upaya relevansi yg wajib dilakukan oleh para prkatisi Bimbingan dan Konseling untuk menjawab tantangan ini.

Pada Standar Kompetensi Konselor Indonesia telah mengamanatkan terhadap para konselor untuk menguasai teknologi info untuk kepentingan pemberian layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah.

Keterampilan konselor alias praktisi bimbingan dan konseling dalam menguasai dan memanfaatkan teknologi info dan komunikasi, merupakan salah satu wujud profesionalitas kerja konselor dalam pelaksanaan acara layanan.. Information and Communication Technology (ICT) merupakan salah satu pendorong terjadinya globalisasi, sebab itu penguasaan teknologi komunikasi dan info merupakan faktor yg ‘mutlak’ wajib dicapai. Teknologi info dan komunikasi memberi tau info dalam bentuk teks, grafik, audio dan dalam format video. Selain itu ICT juga menolong individu maupun kelompok untuk bisa berkomunikasi dengan lebih mudah dan relatif murah. Khususnya faktor yg paling potensial dalam ICT yaitu menunjukkan peluang terhadap individu untuk berkomunikasi lebih baik dengan memakai info yg mereka terima. Membuat bundar yg berkesinambungan, dimana info mendorong komunikasi dan komunikasi mendorong info berikutnya dan seterusnya. Aziz Wahab mengemukakan, bahwa paling tak tersedia empat argumen mengapa butuh memakai ICT, yaitu:
1) Informasi yg disimpan dengan cara elektronik mempunyai fleksibelitas dalam mengakses dan memanfaatkannya,
2) Komputer merupakan alat yg mempunyai performa tinggi dalam mengelola informasi,
3) Memudahkan para pengambil keputusan dalam mendapat info yg diperlukan,
4) Komputer sebagai alat untuk memproses informasi, mempunyai tingkat software dalam setiap langkah manajemen
Dengan kemajuan teknologi komunikasi, konseling bisa dilakukan tanpa tatap muka, alias pertemuan pribadi antara konselor dan klien. Konseling bisa dilakukan dengan cara jarak jauh, diantaranya melalui:
1) Internet.
2) Telepon.
3) Video phone.
4) Radio dan televisi.
5) Surat magnetik. .
Menurut Handarini (2006), menyebutkan bahwa teknologi dan internet bisa diterapkan dalam layanan bimbingan konseling, yaitu: a) layanan appraisal, b) layanan informasi, c) layanan Konseling, d) layanan konsultasi, e) layanan perencanaan, penempatan dan tindak lanjut dan f) layanan evaluasi.
a) Pada layanan appraisal yg merupakan kegiatan Bimbingan dan Konseling yg berupa pengumpulan, analisa, dan pengumpulan data personal, psikologis, sosial siswa; yg bermanfaat untuk memahami siswa dan menolong siswa memahami dia sendiri. Teknologi yg bisa diterapkan pada teknik testing dan non testing memakai computer dan internet.
b) Layanan info yg merupakan kegiatan Bimbingan dan Konseling yg berfungsi untuk menunjukkan info terhadap siswa, dan membuatkan keterampilan siswa bagaimana mencari info (personal-sosial, karier, pendidikan). Teknologi yg bisa diterakan yaitu self-initiated information searching dengan memakai internet.
c) Layanan konseling yg merupakan kegiatan layanan yg berfungsi untuk memfasilitasi self-understanding dan self-development, yg dilakukan dengan tutorial “dyadic relationship” alias small group relationship. Fokus kegiatan ini merupakan personal development dan decision making. Teknologi yg bisa diterapkan merupakan cybercounseling.
d) Layanan konsultasi yaitu layanan bantuan yg diberikan terhadap guru, administrator sekolah, dan orang-orang tua untuk memahami siswa alias anak. Teknologi yg bisa diterapkan yaitu cyber consultation.
e) Layanan perencanaan, penempatan dan tindak lanjut yaitu layanan Bimbingan dan Konseling yg berfungsi untuk menolong siswa memilih dan memakai peluang pendidikan dan pekerjaan yg ada. Teknologi yg bisa diterapkan yaitu computerized self information dan internet.
f) Layanan evaluasi merupakan kegiatan layanan Bimbingan dan Konseling berfungsi untuk mengevaluasi keefektifan program. Teknologi yg bisa diterapkan yaitu computerized-data collection, computerized assessment, dan internet

0 Response to "Sejarah perkembangan Teknologi Di Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel